SELARAS Realty

SELARAS Realty
Jual Beli Rumah - SELARAS Realty - Jakarta Indonesia

Tuesday, May 31, 2011

TIPS MERAWAT RUMAH

Karpet merupakan salah satu perlengkapan di rumah yang perlu penanganan khusus dalam merawatnya. Cara-cara perawatan yang kurang tepat bisa membuat karpet bertambah kotor dan mudah rusak.

Bersihkan karpet Anda dengan cara yang tepat agar selalu awet. Berikut ini tipsnya, seperti dikutip dari Helium:

1. Bersihkan Sesering Mungkin
Karpet harus sering dibersihkan menggunakan penyedot debu/vacuum cleaner, terutama jika Anda baru saja memasang karpet. Meski tampak bersih, serat-serat pada karpet bisa tercampur dengan debu dan kotoran. Jika dibiarkan terlalu lama, kotoran akan menumpuk. Selain tidak baik untuk kesehatan, kotoran yang menumpuk juga akan lebih cepat merusak karpet.

Bersihkan karpet dengan vacuum cleaner minimal seminggu sekali. Fokuskan pada daerah yang sering dilewati orang, karena biasanya kotoran paling banyak menempel di area tersebut.

2. Jangan Berjalan dengan Kaki Telanjang
Banyak orang beranggapan bahwa berjalan di rumah tanpa alas kaki bisa membuat karpet bersih lebih lama. Namun anggapan itu tak sepenuhnya benar. Kaki mengeluarkan keringat dan minyak. Saat bersentuhan dengan karpet, minyak dan keringat menempel pada karpet sehingga menyebabkan debu dan kotoran mudah melekat. Sebaiknya kenakan kaus kaki atau slippers saat berjalan di atas karpet.

3. Jangan Cuci Karpet dengan Sabun
Sebaiknya jangan cuci karpet Anda dengan deterjen atau cairan pembersih yang mengandung sabun. Busa yang dihasilkan sabun akan meninggalkan sisa-sisa residu yang justru akan mengikat lebih banyak debu di karpet.
Selain itu, residu sabun yang tertinggal juga bisa melemahkan serat karpet sehingga membuat karpet mudah robek atau rusak.

Bahan paling tepat untuk membersihkan karpet tanpa merusaknya, ternyata cukup mudah didapat, yaitu cuka putih. Campurkan satu botol cuka dengan satu galon air. Siramkan campuran tersebut ke atas karpet, sikat sebentar, lalu bilas dengan air bersih.
Jangan khawatir rumah Anda akan berbau cuka, karena baunya akan hilang dalam 24 jam. Hanya pastikan karpet Anda tidak dalam keadaan lembab terlalu lama.

Menilai Rumah yang akan Dijual atau Dibeli

Ketika anda dilapangan sedang mencari rumah idaman anda, atau sedang membaca brosur-brosur yang anda minta saat pameran properti.

Anda melihat banyak sekali rumah yang ditawarkan. Pasti anda akan membandingkan satu rumah dengan rumah yang lainnya.
Ada beberapa tips untuk menilai rumah yang akan anda beli, apakah harga rumah tersebut kemahalan / murah. Penilaian kasar bisa anda lakukan dengan menghitung dari Luas Tanah (LT) dan Luas Bangunan(LB). Misal dijual rumah dengan spesifikasi LT/LB : 100 / 200 m2. Ini berarti luas tanah 100 m2 dan bangunannanya merupakan bangunan dua lantai dengan luas 200 m2.
Untuk menghitung harga rumah tersebut anda harus mencari tahu harga tanah di daerah tersebut. Dan untuk menilai rumah anda bisa melihat dari kondisi rumah. Untuk menilai bangunan perlu ada pengalaman anda harus taksir per meternya berapa, anda bisa menanyakan ke orang bangunan / kontruksi. Atau para rekan-rekan Agen Property biasanya melakukan penilaian khusus untuk harga bangunan dengan melihat : kondisi fisik, jenis material yang digunakan (konstruksi dining, jenis keramik,plint-an,jenis genteng dan atap/plafon,dll), fasilitas tambahan (line telepon,daya listrik,kolam renang,kapasitas parkiran,dll). 

Selanjutnya untuk menilai harga rumah tersebut tinggal menggunakan rumus berikut:
Harga bangunan = Luas bangunan x harga bangunan per m2
Harga tanah = Luas tanah x harga tanah per m2
Total dari harga bangunan dan harga tanah adalah merupakan harga kasar dari rumah tersebut. 
Dengan menghitung seperti ini, anda bisa memastikan bahwa rumah yang dijual tersebut harganya di atas harga pasar atau harganya miring.